Prospek Bisnis Warnet Ke Depan

Mei 29, 2011 at 12:20 pm 7 komentar

Bagaimana prospek usaha warnet ke depan? Bagi anda yang mau atau sedang menjalankan usaha warnet, berikut ini tulisan yang bisa menjadi referensi bagi anda tentang prospek bisnis warnet ke depannyaTulisan ini berdasarkan diskusi yang terjadi di milis umum dan milis anggota awari, inti diskusi adalah mempertanyakan prospek dari bisnis warnet ke depan. Isi diskusi dapat dibaca dari arsip milis umum. Milis anggota awari adalah milis tertutup maka arsipnya hanya boleh dibaca oleh member milis tersebut.

Saya tidak memberikan opini apa apa dalam diskusi tersebut, kecuali memberikan beberapa angka yang umum dijadikan acuan di dalam menilai bisnis warnet. Selain itu, saya juga merasa sulit menuliskan pendapat saya dalam alur diskusi yang sudah terlanjur berjalan.

Analisa Prospek Warnet

  1. Jika dipelajari lebih jauh, munculnya warnet di Indonesia disebabkan dua faktor:

  2. Terbatas dan mahalnya akses internet
  3. PC sebagai alat akses utama internet juga masih terhitung mahal bagi mayoritas penduduk di Indonesia.

Melihat kenyataan itu, maka bermunculan warnet-warnet yang memberikan solusi kepada kebutuhan akses internet yang terjangkau. Kedua faktor inilah yang sebenarnya harus diperhatikan oleh pebisnis warnet dalam melihat prospek usaha warnet.

Pertanyaan berikutnya adalah: apakah akses internet dan pc saat ini sudah terhitung murah? Untuk Indonesia yang (sangat) luas ini, maka jawabannya bisa ya bisa tidak. Bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar (ex: Jakarta) harga berlangganan internet sudah sampai pada harga Rp 99.000/bulan/384Kbps/unlimited akses. Namun bagi mereka yang berada di ujung Papua sana bisa senilai 3 juta rupiah untuk 64kbps via VSAT.

Sehingga kesimpulan akhirnya adalah: harga akses internet belum terhitung murah untuk seluruh daerah di Indonesia.

Bagaimana dengan PC? Ini pun masih bisa menjadi perdebatan panjang. Namun harga PC masih berkutat di atas Rp2,5 juta yang menurut saya masih cukup mahal untuk mayoritas masyarakat Indonesia. Melihat dari jumlah kepemilikan PC dibanding jumlah penduduk pun terlihat jelas kenyataan ini. Kesimpulannya: PC juga belum terhitung murah bagi sebagian besar penduduk Indonesia.

Apakah ini berarti bisnis warnet masih prospek? Untuk menjawab ini, mari kita lihat lagi beberapa faktor yang bisa berpengaruh pada warnet:

  • Mulai tersedianya akses Free Wifi/hotspot dimana-mana
  • Penyediaan akses internet di Kampus
  • Penyediaan akses internet di Kantor-kantor
  • Mulai beroperasinya Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional)

Faktor-faktor di atas jika dilihat secara pesimistis bisa dianggap sebagai faktor yang akan menurunkan prospek bisnis warnet. Tapi bagi mereka yang optimis, hal-hal di atas justru memperkuat keberadaan prospek warnet sebagai bisnis. Mereka yang optimis ini menyadari keterbatasan dari akses internet di free wifi, kantor, kampus maupun sekolah (jardiknas) sehingga keterbatasan tersebut bisa dijadikan warnet sebagai daya tarik tersendiri agar pengakses tetap memilih warnet sebagai tempat akses internet. Berita di detikinet tentang ratusan hotspot yang ternyata tidak mampu memikat pengguna bisa menjadi acuan. Walau gratis, hotspot, akses di kantor, Kampus dan sekolah toh tidak bisa digunakan setiap saat, hanya pada jam tertentu saja.

Kembali ke laptop :) eh..warnet; bagaimana jadinya prospek bisnis warnet ini? Saya melihat musuh utama Warnet adalah dirinya sendiri. Kurangnya visi dalam mengelola bisnis dan terjebak kepada asumsi-asumsi dan akhirnya terjebak ke lemahnya daya saing yang berujung ke bangkrut/tutupnya warnet. Lemahnya visi bisa dilihat dari tidak berubahnya model bisnis warnet dari tahun ke tahun. Sejak mulai kita mengenal warnet hingga sekarang, model bisnisnya tidak lebih dari menjual kembali/reseller akses internet.

Dari sisi pelayanan pun tidak berubah, bahkan cenderung statis. Ini tentu kontras dengan kenyataan bahwa internet sendiri adalah tempat dimana individu-individu saling terhubung, berinteraksi, berkolaborasi dan menghasilkan sesuatu layanan yang sulit dikerjakan secara individualistis. Kata “net” yang berarti jaringan tidak dihayati oleh warnet-warnet, mereka asik dengan keterkungkungan di tempat mereka (secara tidak sadar) justru terhubung dengan mudahnya.

Prospek atau tidak warnet bukanlah dari bisnis warnet itu sendiri, tapi bagaimana mengelola dan membawa bisnis itu menjadi sebuah layanan yang tetap dibutuhkan masyarakat. Inilah yang kurang digali oleh warnet-warnet. Sekali warnet mampu memberikan layanan (berbasis IP) yang bagus dan dibutuhkan oleh masyarakat maka prospek bisnis pun akan cerah.

Cuma syaratnya adalah: terhubung, interaksi, dan kolaborasi. Bukan berjalan secara individual.

Sumber: http://irwinday.web.id/2008/01/04/prospek-bisnis-warnet/

Entry filed under: Warnet, Wirausaha & Bisnis. Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , .

Setting Modem TP-Link TD-8817 untuk Speedy Billing Explorer

7 Komentar Add your own

  • 1. Adnanomatic  |  Juni 2, 2011 pukul 10:26 am

    jadi harus bagaimana nih? saya sedang membangun warnet, takut nasibnya sama dengan wartel. Apa yang harus dirubah agar warnet tidak terkesan membosankan.?

    Balas
    • 2. garutkomputer  |  Juni 2, 2011 pukul 10:52 am

      Terima kasih sudah berkunjung, menurut saya peluang usaha warnet games online masih bagus mungkin untuk beberapa tahun ke depan, terutama di daerah. Point yang membuat usaha warnet masih bertahan salah satunya yaitu perkembangan games online yang berbasis komunitas, warnet games online inilah yang biasanya dijadikan tempat berkumpul oleh mereka para gamers, meskipun sebenarnya mereka punya komputer game di rumah masing-masing. Terutama di daerah atau kota kecil seperti di Garut , warnet masih menjadi tempat berkumpulnya para gamer. Karena masih jadi trend sekarang warnet games online masih diminati di daerah berbeda dengan di kota besar, jadi masih ada peluang bagi pengelola warnet.

      Balas
  • 3. Adnanomatic  |  Juni 2, 2011 pukul 4:32 pm

    didaerah saya ada 3 warnet, dari ketiganya belum memenuhi standar kenyamanan sebuah warnet, target awal saya yaitu membuat kenyamanan lebih dulu. setelah berkembang dilanjutkan mencicil komputer untuk game online.

    daerah saya tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, sedang lah..

    Balas
  • 4. garutkomputer  |  Juni 3, 2011 pukul 2:54 am

    betul, disamping kenyamanan tempat juga komputernya, untuk investasi selanjutnya, terpaksa spesifikasi komputer hhrs dipersiapkan untuk support aplikasi-aplikasi game yg memang terus maju, untuk saat ini saja kebutuhan untuk menjalankan games online seperti Point Blank dll, minimal pc setara pentium 4, memory 1G, vga 512M,

    Balas
  • 5. Beujo  |  Juli 12, 2011 pukul 2:04 pm

    Warnet???
    Menurut saya untuk perkembangan ke depan masih cukup lumaian lah!!
    Emang betul balik lagi ke si pengelola wartnet sebarapa bisa mengelola usahanya!!
    taroh kata dari sisi seorang Operator,
    Banyak pelanggan yang kurang puas terhadap pelayanan operator,
    contohnya ketika diminta tolong malah bilang “ngga tau”

    Balas
  • 6. garutkomputer  |  Juli 13, 2011 pukul 12:10 pm

    setuju…,selain pengelola dan operatornya harus punya keahlian komputer, jg harus ramah tamah lah dengan pelanggan, harus byk senyum mungkin🙂 .. meskipun byk yg pesimis dgn prospek kedepan usaha warnet, ternyata ada beberapa teman yg malah sebaliknya optimis kalau usaha warnet masih bisa dikembangkan contohnya menjadi game center yang digabungkan dengan ps3, xbox, atau apa saja yg bisa dijadikan peluang usaha yg berdampingan dgn warnet..

    Balas
  • 7. novri  |  Februari 8, 2012 pukul 6:27 pm

    tolong dong di bantu plzzz ^^V
    begini….saya ini baru setahun membeli warnet..
    dulu nya seblum saya beli warnet itu mempunya omset 400ribu perhari paling kecil (kalu tidak mati lampu dan hujan)
    dari situ saya tertarik untuk membeli nya
    pertama2 saya beli warnet itu emang benar saya bisa mencapai omset paling tinggal 700 ribu perhari paling kecil 400 perhari (15 pc 5 internet 10 game online)
    tapi kenyatan na sampek sekarang omset menurun drastis bahkan saya cuman bsh dapat 250 perhari dan kadang cuman 100 ribuan
    sistem warnet sama seprti pemilik lama tidak saya ubah2

    itu penyebap na apa y?
    apa karen tidak muncul na game2 Baru? dan akses inter net pun sidah bsh d dapat lewat hp yg cuman seharga 400ribu
    dan apa kedepan na warnet / game onlien itu akan kurang d minati org lgi?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Facebook Like Box

RSS Full Free Downloads – vimo KOMPUTER

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

HiStats


%d blogger menyukai ini: